CANBERRA, KOMPAS.com- Inikah awal dari berakhirnya
industri rokok di Australia. Dalam keputusan pengadilan tinggi Australia
hari Rabu (15/8/2012), pemerintah pimpinan Perdana Menteri Julia
Gillard memenangkan gugatan yang diajukan oleh empat perusahaan rokok
terbesar.
Gugatan mereka berkenaan dengan bungkus rokok yang tidak
lagi mencantumkan merek rokok. Bulan April lalu, British American
Tobacco, Japan Tobacco International, Philip Morris dan Imperial Tobacco
mengajukan kasus mereka ke pengadilan.
Namun dalam keputusanya,
mayoritas hakim agung memenangkan pemerintah. Pengadilan juga memutuskan
bahwa pihak yang kalah harus membayar ongkos pemerintah.
Menurut
laporan kantor berita Australia, AAP, walau keputusan sudah dikeluarkan,
namun alasan mengapa para hakim memutuskan hal tersebut baru akan
dibeberkan beberapa bulan mendatang. Salah seorang pendukung kebijakan
paket tanpa merek ini, Kylie Lindorff dari organisasi Quit Victoria
mengatakan berbagai perusahaan rokok sekarang tidak lagi bisa
mengandalkan iklan sebagai sarana promosi mereka.
"Perusahaan
rokok paham betul bahwa reformasi kesehatan publik yang dilakukan
pemerintah akan berhasil mengurangi perokok, itulah sebabnya mereka
mengeluarkan begitu banyak dana guna memerangi hal tersebut. Dengan
reformasi yang pertama kali ada di dunia ini, generasi Australia
berikutnya tidak akan lagi bisa ditipu oleh iklan rokok," kata Lindorff.
Menurut
direktur Dewan Kanker Victoria Todd Harper, keputusan tersebut akan
memberikan rasa percaya diri bagi pemerintahan negara lain seperti
Inggris dan Selandia Baru guna melakukan hal yang sama.
Menurut laporan Koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya,
ketika mengajukan gugatan mereka, perusahaan rokok mengatakan bahwa
pemerintah secara tidak sah merampas properti mereka tanpa kompensasi
karena melarang mereka menggunakan hak yang sudah ada. Namun tampaknya
para hakim tidak sependapat dengan hal tersebut.
Perusahaan rokok
juga mengatakan pemerintah mengambil alih properti mereka dengan
memasang iklan "anti rokok" di tempat mereka dan karenanya harus
membayar. Dengan keputusan ini, seluruh rokok dan produk tembakau
lainnya akan dijual dengan bungkus berwarna hijau, dengan peringatan
bahaya kesehatan yang besar, mulai bulan Desember. Nama perusahaan rokok
pembuatnya hanya akan kecil saja.
Pemerintah federal Australia
dan berbagai negara bagian memang semakin gencar berupaya menghentikan
kebiasaan merokok. Dalam aturan terbaru misalnya warga dilarang merokok
di tempat pemberhentian bus. Bila ketahuan, mereka bisa mendapatkan
denda. Dan kampanye yang dilakukan sejauh ini, menurut Dewan Kanker
negara bagian Victoria, Todd Harper sudah menunjukkan hasilnya.
Dalam
penelitian terbaru mereka, ditemukan tingkat perokok di Victoria turun
di bawah angka 15 persen, dan 70 persen warga yang berusia 18-29 tahun
tidak pernah merokok sama sekali.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja










